Metamorfosis Akhwat

Disclaimer: Tulisan ini bernada subjektif dan tanpa analisis yang ilmiah dan mendalam. Dasar yang saya gunakan dalam membuat tulisan ini adalah fenomena-fenomena yang sering saya lihat dan perhatikan dari banyak al ukh di kampus saya maupun kampus-kampus PTN lain. Segmen yang saya gunakan sebagai bidang pengamatan hanyalah mengenai pola al ukh dalam mengupload foto-foto ia di media sosial. Selamat membaca.

“Metamorfosis Akhwat” ini saya bagi menjadi 5 fase:
1. Awal masuk kampus sampai tahun pertama
2. Tahun kedua di kampus
3. Tahun ketiga di kampus
4. Tahun keempat hingga lulus
5. Pascakampus

Fase pertama dimulai dari masa seorang akhwat yang masih polos baru masuk kuliah. Pola foto-foto yang ia upload cenderung masih tak jauh beda dengan foto-foto yang diupload oleh seorang anak SMA yang baru lulus dan bisa kuliah, yaitu foto-foto euphoria bersama kawan-kawannya dan/atau foto-foto masa kaderisasi. Pada fase ini, kuranglah menarik untuk diangkat lebih dalam, mengingat al ukh pada fase ini, belum memiliki pola pikir yang matang tentang “menjadi seorang istri”.

Di fase kedua, seorang al ukh memulai masa-masa ‘tertutup’ dalam mengupload foto-foto di media sosial. Sangatlah sulit menemukan foto-foto dia yang sedang menampakkan wajahnya secara langsung di profil media sosial. Foto2-foto yang paling available didapatkan di profil dia hanyalah foto-foto bunga, foto-foto ramai bersama satu kelompok arisan para akhwat, foto-foto kata-kata bijak dan nasehat, dsb. Ia mulai belajar ‘jual mahal’ terhadap para ikhwan yang ia kenal. Namun, di sinilah istimewanya seorang al ukh yang menjaga foto dirinya agar tidak dikonsumsi bebas secara umum.

Fase ketiga. Di antara semua fase, inilah fase paling tertutup seorang akhwat. Walaupun kabarnya seorang akhwat memulai untuk mensubmit proposalnya di fase ini, ia tetap bisa benar-benar menjaga foto-foto dirinya tidak terupload sembarangan di dunia maya. Di fase ini pulalah seorang al ukh sedang mencapai masa puncak keorganisasian kampus. Saran saya: bagi para ikhwan, jika mau menikahi seorang al ukh yang masih mahasiswi, masa inilah masa yang tepat (walaupun terkadang al ukh tersebut masih suka jual mahal–maklum masih muda).

Fase keempat adalah fase kritis. Tidak hanya bagi akhwat, fase menjelang lulus juga merupakan titik berbahaya bagi ikhwan. Pada fase keempat ini, keakhwatan dan komitmen seorang al ukh benar-benar diuji. Di satu sisi ia harus menghadapi serbuan skripsi dengan beragam tantangannya, di sisi lain ia harus menghadapi kenyataan bahwa sebentar lagi ia akan meninggalkan momentum kuliah, yang berarti bahwa ia harus bersiap untuk menikah. Oleh karena itu, kegalauan batin pun sering muncul di fase ini. Pada fase keempat dan kelima, saya akan menjabarkannya ke dalam dua versi: “gagal” dan “sukses”.

Untuk versi “gagal”, salah satu dampaknya adalah al ukh tersebut yang biasanya rajin hadir pertemuan pekanan, sedikit demi sedikit akan mulai mencari-cari alasan untuk absen halaqoh. Awalnya, alasannya adalah padat skripsi. Namun, lama kelamaan, alasan-alasan sepele pun ia gelontorkan. Absen pun ternyata tidak hanya terjadi pada agenda pekanan, tetapi juga agenda organisasi. Al ukh ini akan mundur secara teratur dari organisasi yang ia jalani. Selain itu, ternyata kekhawatiran akan kenyataan hidup yang harus ia hadapi (khawatir tidak mendapat pendamping ideal) mengguncang batinnya, sehingga mengakibatkan ia, dengan didorong oleh kekhawatiran tersebut, terpaksa mulai mengikis ‘benteng’ perlindungannya dalam mengupload foto-foto di media sosial, agar ia, dalam perspektifnya, bisa lebih ‘laku’ di ‘pasaran’ akhwat. Jika ia yang dulunya sulit sekali untuk ditemukan foto-foto dirinya, kini kita akan lebih mudah menemukan penampakan foto dirinya di media sosial. Jika hal ini sampai terjadi, biasanya kondisi tersebut akan terus bertahan hingga pascalulus, bahkan mengakibatkan ia lepas dari tarbiyah. Hal ini pun bisa diperparah jika ia juga mendapat tekanan batin dari orang-orang se-fikroh-nya, sehingga menyebabkan ia merasa sakit hati dan meninggalkan keistikamahan. Beberapa contoh kasusnya adalah, ia yang dulunya adalah seorang akhwat dengan penampilan tertutup dan terjaga pergaulannya, kini ia sudah biasa memakai celana jeans dan baju berbahan kaos walaupun ia masih memakai kerudung model “ikhwit”. Foto-fotonya di media sosial pun kini tak ubahnya seperti perempuan-perempuan biasa pada umumnya. Romantisme keakhwatan masa kampus hanya tinggal kenangan. Pesona keanggunan seorang al ukh telah pudar. Miris.

Untuk versi “sukses”, ujian hidup di fase keempat ini menjadi titik ia melejit menjadi lebih baik. Sepertinya pemahaman tarbiyah benar-benar mencokol erat di alam bawah sadarnya sehingga ia yakin akan pertolongan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang sabar dan taat. Kekhawatiran akan tidak bisa mendapatkan pasangan hidup ideal hanya sedikit menggubrisnya. Ia kemudian yakin kembali terhadap janji Allah tentang perempuan yang sholehah pasti akan mendapatkan lelaki yang sholeh pula. Oleh karena itu, fase keempat ini menjadi titik lejit baginya. Ia menjadi lebih membentengi dirinya. Ia benar-benar menjadi akhwat sejati–seorang calon ibu luar biasa yang siap membentuk jundi-jundi dakwah berikutnya. Bahkan pada fase pascakampus pun, menemukan foto-fotonya akan tetap sulit. Foto-foto yang ada hanyalah foto-foto normal ia bersama kawan-kawannya. Kini, tak ada lagi di dalam benaknya untuk ‘sombong jual mahal’ jika ada seorang al akh yang meminangnya. Visi hidupnya hanya satu: membentuk keluarga islami berorientasi dakwah bersama lelaki pilihan.

Demikian fenomena-fenomena al ukh yang saya lihat di sekitar saya. Sekali lagi, tulisan Metamorfosis Akhwat di atas sangat subjektif. Wallahua’lam bishshowab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s