Saraf Ciptaan Allah dan Ciptaan Manusia

.لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-tiin: 4).

Sungguh, segala ciptaan Allah pastilah memiliki ibrah di dalamnya, termasuk pula manusia. Bahkan, keajaiban manusia tersebut bisa kita saksikan dari manusia kecil (baca: bayi). Lihatlah, begitu hebatnya seorang bayi bisa mengenali wajah ibunya dan menjadikan ibunya orang yang paling dicintainya, dan pastinya bayi akan menangis jika melihat wajah orang asing yang tidak dikenalnya.

Dalam waktu beberapa tahun, kemampuan mengenali wajah tersebut pun kian berkembang. Sekarang, tidak hanya wajah Ibu yang bisa ia kenali, tapi juga keluarga dan orang-orang yang berada di lingkarannya. Hingga pada akhirnya, pada saat dewasa, kemampuan “mengenali” tersebut terus berkembang sehingga seorang manusia pun juga bisa mengenali hal-hal lain yang lebih kompleks.

Pada pertengahan abad ke-20, salah satu metode Kecerdasan Buatan yang bernama Jaringan Saraf Tiruan diperkenalkan, sebuah metode yang terinspirasi dari cara kerja jaringan saraf pada makhluk hidup, khususnya manusia. Pada dasarnya, sistem saraf manusia amatlah rumit sehingga tidaklah mudah untuk memodelkan sistem tersebut ke dalam suatu komputasi. Namun, semua sel saraf secara alami memiliki empat komponen utama. Jika pada jaringan saraf manusia dikenal istilah dendrit, soma, akson, dan sinapsis, Jaringan Saraf Tiruan juga mengenal empat komponen utama, yaitu input sebagai dendrit, node sebagai soma, output sebagai akson, dan weight (bobot) sebagai sinapsis.

Input bekerja sebagai sinyal masukan untuk node. Node bertindak sebagai pusat kalkulasi data. Output merupakan sinyal luaran hasil perhitungan node. Weight didasarkan pada konsep sinapsis. Pada konsep sistem saraf, sinapsis adalah pertemuan akson suatu neuron dengan akson neuron lain. Kemudian saat suatu impuls melewati sinapsis tersebut, terjadilah perbedaan potensial (pembobotan) antara sinapsis pada neuron sumber dengan sinapsis pada neuron tujuan. Konsep-konsep tersebutlah yang mendasari perkembangan Jaringan Saraf Tiruan.

Dalam perkembangannya, Jaringan Saraf Tiruan digunakan pada mesin agar dapat memiliki kemampuan “mengenali” layaknya seorang manusia. Dengan adanya input, node, output, dan weight tersebut, Jaringan Saraf Tiruan dapat membuat sebuah mesin memiliki kemampuan learning (belajar) seperti manusia—belajar mengenali wajah, belajar mengenali tulisan, belajar mengenali suara, belajar mengemudikan kendaraan, dll. Metode Jaringan Saraf Tiruan telah diterapkan pada banyak problem. Bahkan, robot Asimo yang harganya ratusan juta—bahkan milyaran—pun menggunakan metode ini.

Bagi kita yang tidak (baca: belum) memiliki harta milyaran untuk sekadar melihat dan merasakan perkembangan terkini metode Jaringan Saraf Tiruan pada humanoid tak perlulah merasa kecil hati karena ingatlah bahwa sesungguhnya tubuh kita amat sangat lebih sophisticated dan mutakhir dibandingkan produk ‘tiruan’ buatan manusia tersebut. Tidak ada satu pun makhluk yang bisa menyamai ciptaan Allah Azza Wa Jalla.

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (QS. Al-mu’minuun: 78).

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-nahl: 18).

Pernahkah terpikirkan berapa uang yang harus kita keluarkan jika kita ingin memiliki mata ini? Pernahkah terpikirkan berapa harta yang harus kita kuras untuk mempunyai otak yang sebegitu canggih ini? Milyarankah? Trilyunankah? Atau lebih? Yang jelas, hanya orang bodohlah yang mau menjual nikmat memiliki tubuh tersebut. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa terus dan tak henti-hentinya bersyukur atas nikmat Allah yang tak terbatas ini. Wallahua’lam bisshawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s