YES Summit 2014 “Bersama Berinovasi untuk Bangsa”

 

YES Summit 2014

YES (Young Engineers and Scientists) Summit 2014 at Sepuluh Nopember Technology Institute (ITS), Surabaya, 29 Mei-1 Juni 2014.

YES Summit merupakan gala akbar besutan arek-arek ITS. YES Summit merupakan pilot project untuk menginkubasi sebuah komunitas bernama YES Community—sebuah komunitas bertajuk para insinyur dan saintis muda dalam menangani berbagai aspek permasalahan Indonesia lewat ide dan karyanya melalui kacamata keteknikan dan ilmu alam. YES Summit 2014 merupakan agenda kedua YES Summit. Tahun lalu, 2013, YES Summit mengusung tema tentang permasalahan energi. Sedangkan, pada tahun 2014, YES Summit kali ini mengangkat tema transportasi, yang terdiri dari beberapa klaster, yaitu: Darat, Kereta Api, Laut, dan Udara.

a

 

Diawali dari submit ide untuk salah satu klaster transportasi dalam bentuk abstrak, YES Summit 2014 diikuti oleh 120 mahasiswa hasil seleksi dari hampir 1000 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. YES Summit 2014 ini merupakan ajang menelurkan ide-ide brilian untuk solusi dari permasalahan transportasi Indonesia. Tidak hanya itu, para mahasiswa terpilih tersebut dituntut untuk merealisasikan ide-ide cemerlang tersebut setelah mendapat respon positif dari para stakeholder, yaitu mereka para petinggi di sektor transportasi Indonesia.

Diadakan selama 4 hari, 29 Mei-1 Juni 2014, YES Summit mendatangkan para pembicara berkualitas. Sebut saja Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Direktur Bidang Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, Teleconference langsung dari Profesor bidang Manajemen Container Ports di Pusan National University, Petinggi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Para Petinggi dari Persatuan Insinyur Indonesia. Sedangkan, Gala Dinner Pembukaan acara dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota Surabaya yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Walikota Surabaya, tetapi pada akhirnya diwakilkan oleh Wakil beliau dikarenakan beliau ada tugas mendadak yang tak bisa diwakili. Selain itu, dibentuk pula angkatan kedua (Batch 2) Young Engineers and Scientists (YES) dari para peserta YES Summit 2014 dengan Komandan Tingkat (Komting) terpilih Ratri Ma’ifatun Nisaa’, seorang mahasiswi dari Universitas Gadjah Mada.

Pembicara pertama, Wakil Menteri Perhubungan, mengatakan bahwa transportasi merupakan sistem jaringan. Beliau pun memaparkan tentang keniscayaan suatu transportasi karena, baginya, transportasi merupakan kebutuhan konektivitas tiap manusia. Tiap orang butuh melakukan perjalanan ke suatu tempat. Bahkan tidak hanya itu, transportasi pun dibutuhkan untuk konektivitas aktivitas produksi. Dan lagi, konektivitas transportasi di Indonesia berbeda dengan konektivitas transportasi di negara-negara kontinental, seperti Amerika Serikat dan Australia, karena Indonesia adalah negara maritim.

Materi Wamenhub

Beliau pun menjelaskan banyak hal, antara lain tentang rencana Indonesia untuk melakukan invasi jaringan transportasi kereta api di pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya di tahun 2030; tentang Reverse Trend, sebuah studi ekonomi dunia yang meramalkan bahwa dalam 10-20 tahun ke depan, pusat ekonomi dunia yang pada awalnya bersentral di Eropa dan Amerika Serikat akan kembali ke kawasan Asia-Pasifik, kembali lagi seperti zaman dahulu sebelum pusat peradaban dunia bersentral di daerah Barat; dan tentang implikasi semakin memelehnya kawasan Arktik terhadap transportasi dunia, yaitu terbentuknya jalur laut baru antara Eropa dengan Asia, yang dulunya jika lalu lintas kapal laut Eropa-Asia harus melalui Terusan Suez atau Tanjung Harapan, sekarang lalu lintas dapat dilalui lewat sebelah utara negara Rusia.

Materi Wamenhub_a

Terdapat tiga konsep transportasi kota, menurutnya, agar suatu kota dapat lebih baiknya, yaitu angkutan umum berbasis rel, angkutan umum massa berbasis bus, dan pembatasan kendaraan pribadi. Lalu, menurutnya, pelebaran jalan raya tidak selalu menyelesaikan permasalah kemacetan. Pelebaran jalan, paparnya, hanya menimbulkan kecenderungan para pengguna transportasi untuk mengisi jalan tersebut yang berujung pada penumpukan (kembali) jalan raya. Di akhir materi, beliau mengatakan bahwa kemacetan tidak dapat dihilangkan. Kemacetan hanya bisa diurai dan dikelola agar tidak meluap tak terkendali. (download materi)

Pembicara kedua, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, membahas seluk beluk mengenai hakikat engineers dan scientist dalam bidang transportasi, khususnya bidang dirgantara. Beliau memaparkan perkembangan transportasi dunia dari masa ke masa. Baginya, transportasi merupakan hasil rekayasa para insinyur yang berasal dari olahan para saintis, dan transportasi juga merupakan sentuhan karya para engineers yang saling terintegrasi.

d

Beliau memaparkan konsep Balance of Forces dalam Transport Vehicle, yang terdiri dari Kecepatan, Berat Kendaraan, Kondisi Jalan, Gaya Gesekan, Energi Propulsi, Kendali, dan Berat Payload. Konsep ini merupakan keseimbangan yang harus dipenuhi oleh setiap kendaraan transportasi. Kemudian, beberapa mottonya hidupnya antara lain “Be observant around you. Analyze and imagine the possibilities. Issues and Ideas, catat dan gambarkan. ‘Angkat obeng’.” (download materi)

Pembicara ketiga diisi oleh seorang Profesor dari Pusan National University, bernama Kap Hwan Kim. Beliau adalah profesor yang memiliki konsentrasi keilmuan di bidang manajemen kontainer pelabuhan. Sesi materi ketiga ini diadakan menggunakan komunikasi online via Skype langsung dari Busan, Korea Selatan. Dimoderatori oleh Profesor I Made—Profesor dari Teknik Industri ITS—dari pihak YES Summit dan seorang mahasiswa Indonesia—mahasiswa program doktoral yang tengah menempuh studi di laboratorium Profesor Kim tersebut—dari pihak Pusan National University, materi disampaikan langsung oleh Profesor Kim dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan berkenaan dengan manajemen kontainer di pelabuhan Busan, pelabuhan yang masuk sebagai pelabuhan 5 besar tersibuk dunia.

e

Profesor Kim memaparkan bahwa kini Busan memiliki dua pelabuhan, yaitu pelabuhan lama dan pelabuhan baru. Pelabuhan baru dibangun mengingat semakin padatnya lalu lintas kapal di pelabuhan lama. Beliau juga mengungkapkan berbagai macam teknologi yang digunakan di pelabuhan Busan, antara lain teknologi RFID untuk pengecekan kontainer, teknologi jaringan komputer, teknologi crane yang dapat langsung menghampiri kapal tanpa harus kapal tersebut yang menghampiri ke pelabuhan, dsb.

Teleconference_b

Materi berikutnya, di hari kedua, diisi oleh perwakilan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pembicara menjelaskan tentang konsep Intelligent Transport System (ITS). Menurut beliau, ITS merupakan penerapan teknologi informasi ke dalam sektor transportasi yang bertujuan untuk meningkatkan daya guna transportasi tersebut. Ada beberapa contoh aplikasi ITS yang beliau paparkan, antara lain: Traveler Information System, suatu aplikasi yang memudahkan para pelancong untuk menemukan tempat wisata; Traffic Management System, suatu aplikasi untuk mengelola kemacetan suatu kota; Incident Management System, suatu aplikasi untuk mengelola kejadian-kejadian tak terduga saat berkendara; Electronic Transaction System, suatu aplikasi yang diterapkan pada sistem pembayaran tol, dsb; Safe Driving Assistance, suatu aplikasi untuk meningkatkan keselamatan berkendaran para pengendara; dan Public Transportation Support, suatu aplikasi untuk membantu transportasi publik. (download materi)

Materi LIPI

Setelah materi dari LIPI, materi selanjutnya adalah Talkshow yang dibawakan oleh empat orang petinggi Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Talkshow membahas tentang peran seorang insinyur secara global. Talkshow pun menjelaskan sedikit tentang Undang-Undang tentang Keinsinyuran yang baru disahkan Maret 2014 kemarin. Dipaparkan pula tentang konsep Kerja Sama Triple Helix untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kerja Sama Triple Helix ini terdiri dari Pemerintah, Perguruan Tinggi beserta Lembaga Riset, dan Industri. Tiap poin pada Triple Helix ini saling memberikan umpan balik satu sama lain. Pemerintah menciptakan lingkungan kondusif bagi Lembaga Riset, Perguruan Tinggi, dan Industri melalui regulasi-regulasi yang dibuatnya. Perguruan Tinggi dan Lembaga Riset melakukan inkubasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian-penelitian yang dikembangkan oleh para penelitinya. Lalu Industri berperan sebagai poin komersialisasi hasil riset dari Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi pada setiap aspek diharapkan dapat menjadi faktor untuk mencapai High Income GDP (>$12.615). (download materi)

Talkshow dari PII_e

Dalam Talkshow tersebut, terdapat subtema yang ditekankan, yaitu Intermoda Transportasi. Intermoda Transportasi adalah transportasi yang terintegrasi antara transportasi darat, kereta api, laut, dan udara. Intermoda Tranpsortasi ini paling tepat diterapkan pada kota pinggir laut, dengan Bandaranya, Pelabuhannya, Stasiunnya, dan Terminalnya yang saling terhubung satu sama lain.

Focus Group Discussion

YES Summit 2014 menonjolkan sisi pematangan ide lewat Focus Group Discussion selama empat kali dengan satu kali mentoring dengan pakar ahli. Oleh karena itu, pada tiap klaster, beberapa subklaster dibentuk untuk memudahkan diskusi ke dalam kelompok yang lebih mikro. Subklaster-subklaster yang dibentuk antara lain subklaster Sistem, subklaster Inovasi, dan subklaster Infrastruktur. Tiap subklaster memiliki ranah idenya masing-masing walaupun klasternya masih mencakup klaster yang sama. Pada sesi mentoring dengan pakar ahli, rancangan ide kasar tiap subklaster dipaparkan kepada tiap pakar ahli tersebut.

Mentoring Cluster Udara

Pada klaster Kereta Api, mentoring dihadiri oleh pakar ahli yang berasal langsung dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Lalu untuk subklaster Sistem klaster Kereta Api, pakar ahli yang hadir merupakan seorang Manager Operasional Infrastruktur Teknologi Informasi PT KAI. Panggilan akrab beliau adalah Pak Ray. Beliau banyak memaparkan hal-hal mengenai teknis perkeretaapian yang jarang bahkan tak pernah diketahui oleh publik, di antaranya PT KAI memiliki tower dengan BTS-nya di setiap 5 km sepanjang rel kereta api. Tidak hanya itu, PT KAI juga memiliki akses Fiber Optic milik PT KAI sendiri. Karena memiliki akses telekomunikasi yang cukup memadai ini, jelas Pak Ray, PT KAI pernah mencoba mengajukan proyek bisnis telekomunikasi kepada Kementerian Perhubungan agar dapat disetujui. Namun, proposal tersebut gagal dan ditolak mentah-mentah oleh pihak Kementerian dengan alasan bahwa ranah bisnis BUMN PT KAI adalah jasa angkutan kereta api, bukan telekomunikasi.

Hal lain yang beliau paparkan adalah mengenai praktik calo yang teryata masih ada walaupun sistem tiket online telah diterapkan. Para calo ini ternyata telah ‘melek’ teknologi dan mengakali sistem agar praktik calo pun dapat tetap dilakukan. Jadi, teknisnya adalah para calo berbasis IT (Information Technology) ini melakukan booking terhadap ratusan nomor kursi secara online. Lalu, ia akan mendata seluruh daftar kursi tersebut beserta batas waktu bayar tiap kode booking. Dalam waktu tersebut, sekitar 3 jam, ia akan melakukan hunting pembeli. Saat calon pembeli didapatkan, ia akan mengecek kode booking mana yang sebentar lagi akan mendekati batas waktu bayar. Kemudian, saat batas waktu tersebut terlewati, otomatis slot kursi booking akan kembali dalam posisi available, dan dalam hitungan detik, calo tersebut paham betul lalu langsung membooking kursi tersebut kembali lalu mengisikan data sesuai dengan calon pembeli yang ia dapat. Menurut Pak Ray, rata-rata seorang calo dalam sekali beraksi melakukan booking sekitar 150-180 kursi, dan mendapatkan pelanggan sekitar 5-10 orang. Dari praktik tersebut, dapat dibayangkan sangat dirugikan sekali para pembeli online lain yang berniat membeli tiket online saat hampir 200 kursi di-skakmat oleh seorang calo. Bayangkan saja betapa gilanya jika yang melakukan praktik calo tersebut tidak hanya satu orang.

Selain itu, beliau pun menceritakan tentang proyek HotSpot di dalam kereta eksekutif yang sempat mati suri. Paparnya, dulu memang pernah ditanamkan koneksi wireless di dalam kereta eksekutif, bekerja sama dengan salah satu operator tanah air. Namun, dikarenakan begitu banyaknya blind spot (area luar jangkauan sinyal) di sepanjang jalur kereta api dan penyelarasan sinyal dengan laju kereta api yang cukup sulit, rata-rata kecepatan koneksi Internet tersebut hanya sebatas kecepatan GPRS, sehingga kritik dari customer pun banyak yang berdatangan ke pihak PT KAI. Atas dasar tersebut, kebijakan instalasi HotSpot di dalam kereta eksekutif akhirnya dicabut.

Setelah melalui masa diskusi yang cukup panjang, tiap subklaster diwajibkan untuk menyajikan hasil idenya kepada para stakeholder di tiap bidangnya. Presentasi dibagi ke dalam empat ruang: Klaster Darat, Klaster Kereta Api, Klaster Udara, dan Klaster Laut. Klaster Kereta Api dihadiri oleh perwakilan dari PT KAI dan seorang Guru Besar ITS. Klaster Udara dihadiri oleh seorang perwakilan dari PT Dirgantara Indonesia, PT Angkasa Pura, PII, dan dosen ITB. Klaster Laut dihadiri oleh Perwakilan dari PT INSA. Klaster Darat dihadiri oleh Kepala Pusat Studi Transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan perwakilan dari PII. Jawaban dari tiap stakeholder untuk tiap subklaster hanya ada tiga: diterima untuk ditindaklanjuti, ditolak, dan butuh pertimbangan terlebih dahulu.

Presentation of SubCluster System from Train Cluster

Dari tiap subklaster pada tiap klaster yang telah melakukan presentasi, dipilihlah satu subklaster pemenang dari tiap klaster yang memiliki poin terbesar. Pemenangnya antara lain adalah subklaster Infrastruktur dari klaster Darat, subklaster Sistem dari klaster Kereta Api, subklaster Sistem dari klaster Udara, dan subklaster Inovasi dari klaster Laut. Subklaster-subklaster pemenang ini akan diundang untuk mempresentasikan kembali ide mereka pada sesi Press Conference yang dihadiri pula oleh pers.

Press Conference_a

The Best Team from Train Cluster

Setelah menjalani empat hari perjuangan, rangkaian kegiatan YES Summit 2014 ditutup dengan persembahan spektakuler dari panitia YES Summit 2014. Kemudian, Komting YES Batch 2 membacakan deklarasi yang lalu diikuti oleh semua anggota YES Batch 2 yang hadir. Dimulai dari pembacaan deklarasi tersebut, para anggota YES Batch 2 ini berjanji dan berkomitmen untuk merealisasikan hasil ide pemikiran mereka dengan para stakeholder dan sedikit demi sedikit membangun Indonesia yang lebih baik.

“YES SUMMIT 2014: BERSAMA, BERINOVASI UNTUK BANGSA”

c

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s