Apa sih komputer itu?

“Komputer”? Bayangan apa yang pertama kali muncul pada saat anda menggambarkan istilah tersebut. Ya, sebuah gambaran monitor berbentuk kotak dengan ditemani oleh keyboard, mouse, dan sebah kotak lainnya atau disebut sebagai casing—yang bahkan sering salah disebut sebagai CPU. Jika itu yang terjadi, wait up, pemahaman anda tentang komputer harus diluaskan kembali. Lalu kalau begitu, komputer itu yang kaya begimana?

Tau kalkulator? Perangkat elektronik yang biasa dipakai engkoh atau encik di toko nikoh yang dipakai buat ngitung-ngitung belanjaan kita itu lho. Kalkulator itu bisa dikategorikan sebagai sebuah komputer ya walaupun tidak secanggih PC (Personal Computer). Atau mungkin, contoh lebih riil, tau televisi? Ya pasti tau lah. Kotak elektronik yang ngeluarin gambar bergerak plus suara ini juga bisa dibilang sebagai komputer. Ngerti? Atau makin bingung? Next dulu deh.

Oke, jadi komputer itu menurut oxfordfictionaries.com adalah “An electronic device which is capable of receiving information (data) in a particular form and of performing a sequence of operations in accordance with a predetermined but variable set of procedural instructions (program) to produce a result in the form of information or signals.

Atau terjemahannya adalah “sebuah perangkat elektronik yang mampu menerima informasi (data) dalam bentuk tertentu dan mampu bekerja dalam rangkaian operasi sesuai dengan satu set variabel yang telah ditentukan dalam instruksi prosedural (program) untuk memproduksi sebuah hasil dalam bentuk informasi atau sinyal”

Mudeng? atau bingung? Saya juga bingung nangkep bahasa langit kaya gitu. Jadi tuh intinya KOMPUTER itu barang elektronik yang dipake buat nerima dan/atau ngirim data sama ngolah data tersebut. Nah, data tersebut nanti dikirimnya dalam bentuk sinyal. Mudengkah? Ya semoga aja mudeng ya. Aamiin.

Oke balik lagi ke konteks engkoh sama encik. Jadi kok bisa-bisanya si kalkulator sama si tipi bisa disebut sebagai komputer. Eits, emang sih sebagai komputer, tapi beda jenis. Kan sesuai dengan definisi tadi, kita jadi bisa menggolongkan kalkulator sama tivi sebagai sebuah komputer ya karena dua barang ini melakukan apa yang komputer lakukan. Tapi ada bedanya dengan komputer-komputer yang biasa kita lihat.

Jadi, menurut dosen saya di mata kuliah Sistem Embedded, komputer itu terbagi menjadi dua berdasarkan dengan tujuannya, yaitu General-purpose Computer dan Specific-purpose Computer. Duh, teori lagi deh. Bete.

Bahasa mudahnya itu GPC (General-purpose Computer) kayak kita beli PC atau laptop, ya soalnya PC atau laptop adalah contoh GPC. Intinya, GPC dipake buat ngelakuin hal-hal umum, kayak nonton film, dengerin musik, ngetik dokumen, ngedit foto, dll, kan emang semua hal itu kan yang kita lakukan di PC/laptop kita. Nah, terus bedanya dengan SPC (Specific-purpose Computer) itu ada di kerjaan komputer SPC itu sendiri yang cenderung khusus karena emang SPC ga bisa kita jadiin buat ngegame kaya Dota atau PES. Masak iya kita maen PES di kalkulator? SPC ini sebenernya bisa dibilang sebagai komputer ‘gaib’ soalnya gak semua orang bisa ‘lihat’. Ambil contoh lampu taman kota yang bisa nyala dewek pas menjelang malam. Siapa sangka coba lampu kaya gitu ternyata ada perangkat prosesor a.k.a komputernya?

Nah, dari pengertian di atas, bisa dikasih contoh dah tuh yang termasuk GPC apa aja. Ada PC, laptop, dll. Terus yang termasuk SPC itu ada kalkulator, tivi, motor injeksi, elevator,  lift, lampu lalu lintas, mobil modern, pesawat terbang, kereta, dll.

Tapi dari perbedaan tersebut, kedua jenis komputer tersebut memiliki satu persamaan dasar, yaitu kemampuan Transmit/Receive data dan olah aritmetik dan logika data. Teori lagi deh.

Gampang aja analoginya. Transmit itu artinya mengirim. Receive itu artinya menerima. Kayak manusia aja yang pastinya saat berkomunikasi ada pihak pengirim informasi dan pihak penerima informasi. Begitu pula dengan komputer yang kudu bisa Tx dan Rx (Transmit/Receive) data.

Kemampuan mengolah data aritmetik dan logika itu ya kayak otak kita aja. Otak kita kan bisa ngitung tuh, satu tambah dua berapa, tiga kali dua berapa, dsb. Terus otak kita juga bisa ngelogikain kalo ada suatu peristiwa. Kaya misalnya ada kalimat ini: “anaknya paman saya sudah menikah”. Nah, pertanyaan adalah “anaknya paman saya” di kalimat tadi tuh istilah lainnya apa? Kalo emang anda punya kemampuan logika (pasti punya lah ya), jawabannya adalah “sepupu”. Gitu doang, gampang kan? Ya kemampuan ngitung-ngitung dan ngelogika kaya gini nih yang dikerjakan oleh semua komputer. Makanya ga heran kenapa kalkulator bisa pinter trus cepet banget lagi ngasi jawabannya pas disuruh ngitung 1024 x 543.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s