IJE-JIE-JORSA-JR-Shinkansen

Sempet dapat info dari sepupu (sebenernya ponakan sih, ponakan dari anaknya sepupu saya, tapi beda umurnya cuma satu tahun lebih muda dari saya, jadinya dia panggil saya cukup “mas” aja), tiba tiba dia nanyain saya ikut ngga di acara jepang nanti. Sekilas yang saya tangkap adalah acara dari Global 30 yang untuk tanggal 25-26 Januari 2014. Tapi ternyata beda, dia bilang nama acaranya “Indonesia Japan Expo 2013”.

Setelah cari di google, ketemu deh webnya indonesiajapanexpo.com/. Pertama sih saya tidak terlalu minat buat hadir, tapi ketidakminatan itu sirna ketika tahu bahwa ada exhibitor Shinkansen yang hadir langsung dari Jepang dalam acara tersebut. Dan semangat itu pun langsung berkumpul, memuncak.

Saat itu, Jumat tanggal 13 Desember, dia ngabarin acara ini. Dan acara IJE (Indonesia Japan Expo) ini diadakan tanggal 19-22 Desember. Sialnya, saya sudah beli tiket senja utama semarang untuk keberangkatan Senin tanggal 16. Ya otomatis ga mungkin bisa hadir. Namun, setelah timbang-timbang dan berpikir, akhirnya saya putuskan untuk menunda perjalanan pulang saya menjadi tanggal 19, tepat di hari pertama IJE. Dan atas insiden penundaan kereta ini, saya jadi belajar bahwa “apapun—bahkan yang terkesan gila sekalipun—harus dilakukan agar asa ini tercapai”.

Hari penantian pun tiba, hari pertama IJE 2013, yang diselenggarakan di kawasan PRJ (Pekan Raya Jakarta), yang sekarang menjadi Jakarta International Expo. Bismillah.

20131219_123016

IJE dibuka untuk pengunjung pukul 12.00 WIB lewat 10 menitan kira-kira, telat 2 jam dari jadwal yang saya baca dari official twitter account-nya IJE 2013 pada pagi di hari sebelum IJE diselenggarakan. Animo pengunjung di hari pertama ini cukup menghebohkan walaupun banyak remaja yang lebih mengincar cosplay yang dijanjikan akan muncul di acara ini daripada tema 55 tahun kerja sama Indonesia-Jepang itu sendiri. Namun, bagi saya, tetap, Shinkansen tujuan utama dari segalanya. O ya, tanggal 18-nya pun saya sempat kecewa karena tiba-tiba exhibitor shinkansen hilang dalam list. Mungkin ini karena ada tulisan “updated 17 Desember” di bawahnya. Admin twitter IJE pun kurang memuaskan dalam menjawab keheranan saya. Ya tapi, akan sangat percuma jika saya memutuskan untuk tidak hadir hanya karena masalah ketidakjelasan ini. Sekali lagi, semuanya butuh perngorbanan.

20131219_122447

20131219_175124

Pengorbanan saya ternyata tidak sia-sia—harus menunggu satu jam lebih sebelum acaranya dibuka, sempat kecewa, panas-panasan perjalanan dari rumah ke Kemayoran—karena exhibitor Shinkansen pun alhamdulillah hadir dengan booth-nya. Plus menghadirkan tiga orang langsung dari Jepang. Selain itu, exhibitor-exhibitor lain pun tak kalah meriah. Tapi bagi saya tetap, Shinkansen is my destination.

20131219_130749

Di booth Shinkansen ada beberapa panitia IJE yang menemani tiga orang Jepang yang saya sebutkan tadi, sekaligus membantu pengunjung yang mampir. Ada satu orang panitia yang saya suka—bukan suka ke lawan jenis, lagipula dia ini laki-laki. Dia ternyata suka juga dengan shinkansen. Satu passion juga dengan saya. Banyak obrolan kami yang nyambung walaupun baru kenal sekilas. Dia bilang dia pernah ke Nagoya, mengunjungi museum JR (Japan Railway). Wow awesome!

Obrolan kami terus menerus mengalir cerita ngalor ngidul soal shinkansen. Dan saya baru ingat. Saya harus memanfaatkan momen IJE ini untuk mendapatkan link orang jepang langsung, yaitu mereka yang ngurus Shinkansen ini. Lalu saya tanyalah ke panitia yang saya ngobrol itu boleh ngga kalau tanya tanya ke orang jepangnya langsung, sekalian kalo misalnya kudu pake nihongo, ya saya minta tolong ditranslatin. Dan bingo, dia bilang boleh boleh aja. Kata dia pun orang jepang itu seneng kalo ditanya-tanya gitu untuk menjelaskan bidang keahlian mereka. Strike! Tepat banget. Pasti bakalan jadi nilai plus tersendiri jika saya cerita tentang rencana studi saya untuk mendalami control engineering in Shinkansen, ditambah saya pun udah mencoba ngepoin profesor yang di bidang tersebut di University of Tokyo.

Namun, realita itu ga selalu semulus rencana. Baru aja mau nanya ke orang jepangnya, eh ternyata mereka malah pergi. 5 menit, 10 menit, nungguin, mereka urung kembali. Kembali, pengorbanan dan perjuangan dibutuhkan demi jalan panjang cita-cita.

20131219_123533

Sambil nunggu orang-orang jepang tersebut balik, keliling adalah pilihan utama. Para exhibitor rata-rata diisi oleh pihak industri. Dan menurut pengamatan saya, industri yang stand-nya paling ramai dikunjungi adalah Toyota. Terlepas dari booth girls mereka yang you know lah, stand toyota ini memang terlihat berkualitas, mungkin, karena saya sendiri pun cuma lalu lalang melihat sana-sini. Ya sebatas killing time hingga orang orang jepang yang saya nanti kembali ke tempatnya.

Di bagian sudut di Hall A terdapat stand-stand makanan, rata-rata menjual makanan khas Jepang. Saya pun turut mencoba. Okonomiyaki menjadi pilihan saya walaupun perlu merogok kocek cukup dalam. 25 ribu. Ternyata eh ternyata, orang orang jepang yang saya nanti sedang makan di Dining Area ini. Mereka sedang asik makan sambil ngobrol—walaupun saya ga ngerti, ya setidaknya mereka bersuara yang menandakan bahwa mereka sedang berbicara satu sama lain.

Setelah sholat zhuhur, alhamdulillah orang orang jepang tersebut sudah kembali. Sempat ada pikiran di benak saya untuk urungkan niat bertanya karena saya amati dari kejauhan, panitia lelaki yang tadi saya ajak ngobrol dan ia berjanji akan membantu saya, tidak ada di lokasi. Muter muter sana sini mencoba mencari panitia tersebut di sekitar booth Shinkansen, tapi hasilnya nihil. Dia undefined.

Jika bukan sekarang, kapan lagi? Saya pasti akan sangat menyesal jika melewati golden opportunity ini. Tarik napas panjang. Segenap keberanian saya kumpulkan. Sebongkah rasa malu saya hancur leburkan. Bismillah. Saya dekati booth tersebut. Pelan tapi pasti, salah satu panitia—panitia lain—saya dekati, berusaha berbicara seakan ia sudah kenal saya sebelumnya. Ya semoga saja dia masih ingat saya yang sekitar sejam tadi sempat mampir ke booth tersebut. Niat pun saya utarakan. Dan dari bahasa tubuhnya, dia sempat bingung dan ketakutan dengan keinginan saya untuk berbicara dengan perempuan jepang dan saya minta ia sebagai translatornya. Menyerah, akhirnya ia memanggil pelan beberapa teman panitia yang lain. Dan ada mba panitia yang dengan bahasa jepang—mungkin seadanya kali ya—angkat berbicara ke perempuan jepang yang saya maksud. Dan…

Dan dengan diiringi kata sumimasen yang sering diucapkan oleh mba tadi—mungkin karena tata bahasa jepangnya belepetan—ia minta saya untuk membeberkan pertanyaan saya. Alhamdulillah ternyata perempuan jepang tersebut bersedia berkomunikasi menggunakan english dengan saya. Translator pun unnecessary. Maka, dengan english saya yang belepetan, beberapa pertanyaan pun saya ajukan. Ah akhirnya.

Strike point pun akhirnya meluncur di saat terakhir. Saya ceritakan planning saya untuk meneruskan studi di Todai, lalu berencana akan bergabung dengan JR untuk mengasah ilmu dan wawasan saya mengenai bullet train. Dan sorot mata perempuan jepang tersebut terlihat tertarik dengan rencana saya. Dia menjelaskan bahwa total ada 203 operator di Jepang yang mengoperasikan segala macam kereta di Jepang, termasuk 7 JR, dan saya memiliki kesempatan besar untuk bergabung. Dia pun sempat mengatakan “see you in Tokyo”. Rasanya seperti mimpi ini makin nyata.

Sebagai penutupan pembicaraan kami, dia memberikan saya buku Shinkansen yang tidak diberikan oleh pengunjung IJE yang lain. Wow sangat spesial rasanya. Dan tidak lupa pula kartu namanya saya minta. Meiko Uzawa namanya. Uzawa-san desu.

Alhamdulillah, seperti kata orang-orang bijak: banyak orang yang memiliki mimpi besar, tapi mereka takut untuk menggapainya. Semoga saya bukan salah satu dari mereka yang takut memiliki besar dan meraihnya. Ah, mimpi itu makin dekat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s