Meluruskan Apa yang Telah Bengkok

“Banting stir”? Kayanya istilah ini kurang tepat diterapkan pada diri saya. “Meluruskan apa yang telah bengkok”. Nah, ini baru sesuai.

Ya, ini sebenarnya tentang passion saya. Passion yang tidak biasa kelihatannya. Saya punya passion di bidang kereta. Ini kalo boleh jujur merupakan passion saya dari kecil. Dan saya punya mimpi. Simpel aja sih mimpinya. Setiap kota besar di Indonesia punya akses jaringan sistem transportasi massal, yaitu dalam bentuk kereta tadi. Lalu sistem transportasi kereta tiap kota ini dapat saling terintegrasi secara intercity. Ya mudahnya bayangin aja Jepang. Jepang itu menjadikan kereta sebagai tulang punggung transportasi utama dalam negara. Nah, tapi masalahnya adalah, tau sendiri, bidang ilmu saya di kampus kan teknik komputer. Tung…tung…

Dapat kesempatan buat mengenyam ilmu dan pengalaman hidup di Korea selama lima bulan benar-benar membuat pola pikir saya berubah. Terutama dalam hal berpikir cepat, taktis, dan techno tentunya. Saya rasa sih ini yang menjadi salah satu titik balik saya untuk merealisasikan istilah tadi, “ngelurusin apa yang udah bengkok”, karena 4 semester awal di jurusan Sistem Komputer UNDIP, saya belum merasa mendapat feel untuk mendalami bidang ini. Malahan saya lebih fokus buat belajar bidang PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia). Duh gimana nih dengan passion dan mimpi? Makanya dari itu, saya merasa kembali tersentil setelah pulang dari Korea. Saya harus meluruskan bidang saya agar sesuai dengan mimpi, karena ga nyambung juga mau mewujudkan kota dengan transportasi kereta tapi belajarnya bidang semacam psikologi gitu.

Tapi bidang saya kan komputer? Kereta itu kan lebih ke mesin. Itu pendapat orang awam. Tau ga sistem kereta yang ada di Jepang, Korea atau negara-negara maju lainnya? Kereta-kereta tersebut bukan kereta uap yang ada di jaman dulu. Kereta-kereta tersebut adalah kereta high-tech yang energinya berasal dari listrik. Dan listrik ini tidak cuma digunakan sebagai sumber energi—arus kuat—tapi juga sebagai fungsi kontrol—arus lemah. Nah, ada kata “listrik”, berarti nyambung dengan bidang elektro. Dan asal tau aja, Sistem Komputer UNDIP itu sebenernya merupakan ‘anak’ dari Teknik Elektro UNDIP. Jadi ya masih ada harapan buat saya.

Shinkansen

Nah, berarti benang merahnya sekarang sudah bisa diidentifikasi. Biar saya bisa kembali meluruskan mimpi saya yang berbau-bau kereta itu, saya harus mendalami konsentrasi di Siskom (singkatan untuk Sistem Komputer) yang menjurus pada engineering yang lebih menyentuh pada elektro, yaitu Embedded System and Robotic, sebelum bisa untuk mendalami bidang komputer pada sistem transportasi kereta di program Master of Engineering nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s